0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Peternak Sapi Jatinom Kembangkan Kerupuk Susu

- Timlo.net

Klaten – Peternak sapi di Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai mengembangkan produk olahan makanan kecil berbahan baku susu. Langkah ini sebagai wujud mengembangkan desa ini sebagai kawasan agroindustri susu.

Ketua Kelompok Tani Sapi Perah Dharma Putra Glagah I, Darmo Wiyono mengatakan, untuk mendukung perkembangan produksi olahan makanan kecil berbahan baku susu ini para peternak didampingi penyuluh dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Klaten. “Penyuluh memberikan bimbingan melalui pelatihan-pelatihan mengenai cara memproduksi. Hasil perahan susu ini dibuat makanan kecil seperti kerupuk susu, karamel, sabun mandi, dan lainnya,” ujar Darmo saat ditemui Timlo.net di rumahnya, Dukuh Karangsalam, Desa Glagah, Selasa (13/12).

Darmo menuturkan, dalam mengembangkan produk olahan susu ini didukung 60 peternak sapi dengan jumlah total sapi sebanyak 570 ekor sapi siap perah yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat. “Dengan jumlah itu rata-rata peterak mampu menghasilkan 800 hingga 1.000 liter per harinya. Harga satu liter sekitar Rp 2.600 hingga Rp 3.000 perliternya,” imbuhnya.

Atas hasil ini, kata Darmo, tentunya menjadi modal awal para peternak untuk mulai mengembangkan olahan berbahan baku susu. “Dengan harapan bisa membantu dalam meningkatkan perekonomian peternak,” tuturnya.

Petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Suyatno, disela sosialisasi sekolah lapang pelaku agrobisnis di Desa Glagah, mengatakan, pengembangan hasil perahan susu untuk bahan baku olahan ini tentunya harus memerlukan bimbingan atau sekolah lapang bagi pelaku usaha.

Dalam sekolah lapang ini, pihaknya menjadwalkan sebanyak 10 kali pertemuan yang nantinya dibimbing oleh penyuluh yang ada di kabupaten.
“Hal ini sesuai program dari Kementerian Pertanian. Dengan harapan, semua produk peternakan selain dikonsumsi masyarakat juga bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, sehingga nantinya akan membantu kesejahteraan para peternak, ” ujarnya.

Suyatno menambahkan, selain memberikan pelatihan cara pengolahan susu, pihaknya juga siap dalam membantu pemasaran hasil produksi ke luar daerah. Diantaranya dengan menggelar pameran-pameran di berbagai wilayah lain. “Dalam pameran itu sekaligus kita kenalkan hasil olahan susu ini kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS