Baru 7000 Produk Lokal yang Ber-SNI
Solo - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat saat ini baru sekira 7000 produk lokal yang telah mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dari pemerintah. Dari jumlah itu, sekira 250 produk di antaranya wajib ber-SNI.
Padahal, dikatakan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi, Tisyo Haryono, saat ini sejumlah perusahaan asing mulai berlomba mendapatkan sertifikat SNI atas produknya. Tak heran jika di pasar domestik ada 267 produk asal China yang telah mengantongi sertifikat SNI dari pemerintah.
Dengan gambaran itu, tambah dia, menunjukkan bahwa para pelaku industri asing sangat serius menghadapi persaingan pasar global. Sementara sebagian pelaku industri tanah air masih enggan meningkatkan daya saingnya.
“Kita tidak bisa menolak produk-produk anggota WTO (World Trade Organization-red) untuk masuk ke negara-negara tujuan. Sebetulnya SNI bisa menjadi filter atas masuknya produk asing,” tegas Tisyo, ketika menjadi pembicara dalam acara “Pentingnya SNI untuk Menghadapi Persaingan Global”, di salah satu studio TATV di Kota Solo, Selasa (22/11).
Dalam kesempatan yang sama, owner PT TPS Food, Priyo Hadi Sutanto, menyatakan SNI merupakan hal penting yang harus dipahami kalangan pelaku industri. Ketatnya persaingan di pasar global mau tidak mau harus dihadapi bersama. Oleh sebab itu, SNI menjadi hal yang sangat penting untuk menunjukkan daya saing atas suatu produk. Terlebih, secara kualitas produk pribumi tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara. Ironis jika pemerintah berkampanye "Cintailah Produk Indonesia" namun barang yang berkualitas SNI justru barang impor dari luar. "Nun Sewu ini tugas dari BSN yang harus rajin mensosialisasikan pada para pengusaha dari kecil sampai besar dimanapun di wilayah Indonesia." tutupnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Car Free Day kok Sepi?
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...