• Selasa, 22 Mei 2012

Baru 7000 Produk Lokal yang Ber-SNI

Andi Penowo - Timlo.net
Rabu, 23 November 2011 | 23:00 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
DIALOG BISNIS-Dialog bisnis yang mengupas pentingnya sertifikasi SNI atas suatu produk dengan menghadirkan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi, Tisyo Haryono (ketiga dari kiri) sebagai narasumber

Solo - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat saat ini baru sekira 7000 produk lokal yang telah mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dari pemerintah. Dari jumlah itu, sekira 250 produk di antaranya wajib ber-SNI.

Padahal, dikatakan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi, Tisyo Haryono, saat ini sejumlah perusahaan asing mulai berlomba mendapatkan sertifikat SNI atas produknya. Tak heran jika di pasar domestik ada 267 produk asal China yang telah mengantongi sertifikat SNI dari pemerintah.

Dengan gambaran itu, tambah dia, menunjukkan bahwa para pelaku industri asing sangat serius menghadapi persaingan pasar global. Sementara sebagian pelaku industri tanah air masih enggan meningkatkan daya saingnya.

“Kita tidak bisa menolak produk-produk anggota WTO (World Trade Organization-red) untuk masuk ke negara-negara tujuan. Sebetulnya SNI bisa menjadi filter atas masuknya produk asing,” tegas Tisyo, ketika menjadi pembicara dalam acara “Pentingnya SNI untuk Menghadapi Persaingan Global”, di salah satu studio TATV di Kota Solo, Selasa (22/11).

Dalam kesempatan yang sama, owner PT TPS Food, Priyo Hadi Sutanto, menyatakan SNI merupakan hal penting yang harus dipahami kalangan pelaku industri. Ketatnya persaingan di pasar global mau tidak mau harus dihadapi bersama. Oleh sebab itu, SNI menjadi hal yang sangat penting untuk menunjukkan daya saing atas suatu produk. Terlebih, secara kualitas produk pribumi tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara. Ironis jika pemerintah berkampanye "Cintailah Produk Indonesia" namun barang yang berkualitas SNI justru barang impor dari luar. "Nun Sewu ini tugas dari BSN yang harus rajin mensosialisasikan pada para pengusaha dari kecil sampai besar dimanapun di wilayah Indonesia." tutupnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125