BSN: Sertifikasi SNI Tak Bikin Kantong Kempes
Solo – Badan Standardisasi Nasional (BSN) memastikan biaya untuk sertifikasi produk berstandar nasional Indonesia (SNI) tak akan membikin kantong kempes. Tak heran jika akhirnya sejumlah perusahaan asing turut berlomba mengujikan produknya di Tanah Air demi mendapatkan label SNI. Sekitar 267 produk Cina saat ini telah kantongi sertifikat SNI.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Tisyo Haryono, berani menjamin bahwa untuk mendapatkan sertifikat SNI pelaku industri tak perlu mengeluarkan ongkos mahal. Namun, sayang pihaknya masih enggan menyebutkan besaran nominal yang harus dikeluarkan pengusaha untuk mendapatkan sertifikat tersebut.
Sertifikasi produk atas SNI memang mendapat respon positif dari kalangan pelaku industri. Namun, sayangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah masih sangat terbatas. Tak heran jika Direktur Utama PT Intrafood, Michael, sempat mempertanyakan prosedur untuk mendapatkan sertifikat SNI.
Tisyo pun mengakui jika saat ini sosialisasi yang telah dilakukan BSN memang masih sangat terbatas. Hanya saja, untuk mendapatkan sertifikat SNI pelaku industri harus mengujikan produknya di sejumlah laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah.
“Untuk menunjukkan produk ber-SNI tentunya harus memenuhi syarat-syarat SNI. Oleh sebab itu harus diujikan di laboratorium. Setelah itu, nanti akan dilakukan survei oleh lembaga sertifikasi,” terang Tisyo, saat menjadi pembicara dalam acara dialog bisnis “Pentingnya SNI untuk Menghadapi Persaingan Global”, di salah satu studio televisi lokal di Kota Solo, Selasa (22/11).
Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat saat ini baru sekira 7000 produk lokal yang telah mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dari pemerintah. Dari jumlah itu, sekira 250 produk di antaranya wajib ber-SNI.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Car Free Day kok Sepi?
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...