Nguri-uri Batik Demi Jati Diri Bangsa
Solo – Batik. Ya, salah satu warisan budaya bangsa yang hingga kini masih tetap lestari dan menjadi ikon nasional ini, tak jarang memberi inspirasi baru bagi sebagian kalangan penyinta batik. Dengan berbagai sentuhan inovasi, kini warisan budaya leluhur itu tak lagi memiliki imej kuno, bahkan malah menjadi tren berbusana di kalangan penikmat mode.
Perkembangan batik inilah yang memberi inspirasi Alpha Febela Priyatmono untuk senantiasa nguri-uri alias melestarikan peninggalan budaya nenek moyang tersebut demi jati diri bangsa. Atas dasar itu, ayah empat anak ini begitu serius mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk batik asal Kampung Laweyan.
“Kami coba daftarkan produk kami untuk mendapatkan label SNI. Bila bisa terbit nantinya bisa jadi industri batik ber-SNI pertama di Indonesia,” katanya, saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.
Bagi Alpha, sertifikasi ini sangat penting sebagai upaya nguri-uri budaya bangsa. Dengan demikian produk batik bisa memiliki daya tawar tinggi baik di pasar domestik maupun pasar mancanegara.
Komitmen pria yang menjabat sebagai Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan ini terhadap batik Solo memang cukup menggebu. Setelah sertifikat SNI terbit, Alpha berniat mendirikan pusat uji kualitas batik di Laweyan bekerjasama dengan Balai Batik Yogyakarta. “Harapannya supaya masyarakat bisa mengujikan batik dengan murah,” ujarnya.
Alpha yang juga aktif di Forum Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) ini mengaku tertarik dengan industri batik sejak di bangku SMP. Namun, keseriusannya mengembangkan industri batik baru dimulai pada 2005 lalu.
Saat ini, pria kelahiran 16 Februari 1960 yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting Muhammadiyah Laweyan ini, tengah mencoba mempercantik kemasan produk batik Laweyan demi meningkatkan nilai tawar.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Petinggi Universitas Ditahan
- Car Free Day kok Sepi?


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu