Dugaan Penyunatan Beasiswa Terus Ditelusuri
Klaten - Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten tetap akan melakukan penelusuran terhadap dugaan penyunatan bantuan bagi siswa sekolah dasar (SD) kurang mampu di Kecamatan Wonosari. Bahkan diindikasikan, pemotongan tak hanya terjadi di Wonosari tapi juga di kecamatan lain.
Inspektorat sendiri tak langsung percaya pada bukti-bukti yang disodorkan pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Wonosari. “Kami masih mencari informasi dari pihak sekolah, dan pihak penerima,” kata Kepala Inspektorat Daerah Klaten, Eko Medisukasto, Selasa (27/9).
Eko menambahkan, besarnya beasiswa bagi pelajar miskin senilai total Rp 3 miliar dari APBD Provinsi Jateng. Dana itu dibagi untuk sekitar 10.000 siswa, jadi setiap siswa menerima Rp 360.000 setahun. “Tahun 2011 ini merupakan tahun keempat,” ujarnya.
Eko menegaskan, hingga kini Inspektorat belum mengambil kesimpulan. “Klarifikasi belum selesai, kalau ada yang mengklaim tidak ada temuan pemotongan itu tidak benar. Kalau sudah
selesai nanti akan saya sampaikan apa adanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, empat tim sudah diterjunkan untuk klarifikasi. Tak hanya di wilayah Kecamatan Wonosari, klarifikasi juga akan dilakukan di kecamatan lain secara sampling,'' imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala UPTD Wonosari, Yuni Anggraini membantah adanya pemotongan. “Tidak benar jika ada oknum UPTD Wonosari melakukan penyunatan beasiswa sebesar Rp 50.000 per siswa,” timpalnya.
Yuni menegaskan, bahwa mekanisme bantuan itu langsung ke kepala sekolah, tidak melalui UPTD. Tahun ini, ada 398 siswa miskin di 42 SD di Wonosari yang mendapat beasiswa dari APBD Jateng. Besaran beasiswa Rp 360.000, bukan Rp 250.000. “Inspektorat sudah turun ke sini dan tak menemukan indikasi adanya pemotongan,” tegas Yuni.
Sementara itu, Kepala SDN Bentangan 1 Joko Slamet juga membantah adanya pemotongan. Ada 15 siswanya sudah mendapat beasiswa 360.000, tanpa potongan. “Biaya operasional sudah dianggarkan sehingga tak perlu memotong dana siswa,” imbuhnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu