• Senin, 21 Mei 2012
Tim Inspektorat Klaten Turun Tangan

Dugaan Penyunatan Beasiswa Terus Ditelusuri

Indratno Eprilianto - Timlo.net
Selasa, 27 September 2011 | 18:14 WIB
  • Share
Sumber/gg
Ilustrasi

Klaten - Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten tetap akan melakukan penelusuran terhadap dugaan penyunatan bantuan bagi siswa sekolah dasar (SD) kurang mampu di Kecamatan Wonosari. Bahkan diindikasikan, pemotongan tak hanya terjadi di Wonosari tapi juga di kecamatan lain.

Inspektorat sendiri tak langsung percaya pada bukti-bukti yang disodorkan pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Wonosari. “Kami masih mencari informasi dari pihak sekolah, dan pihak penerima,” kata Kepala Inspektorat Daerah Klaten, Eko Medisukasto, Selasa (27/9).

Eko menambahkan, besarnya beasiswa bagi pelajar miskin senilai total Rp 3 miliar dari APBD Provinsi Jateng. Dana itu dibagi untuk sekitar 10.000 siswa, jadi setiap siswa menerima Rp 360.000 setahun. “Tahun 2011 ini merupakan tahun keempat,” ujarnya.

Eko menegaskan, hingga kini Inspektorat belum mengambil kesimpulan. “Klarifikasi belum selesai, kalau ada yang mengklaim tidak ada temuan pemotongan itu tidak benar. Kalau sudah
selesai nanti akan saya sampaikan apa adanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, empat tim sudah diterjunkan untuk klarifikasi. Tak hanya di wilayah Kecamatan Wonosari, klarifikasi juga akan dilakukan di kecamatan lain secara sampling,'' imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Wonosari, Yuni Anggraini membantah adanya pemotongan. “Tidak benar jika ada oknum UPTD Wonosari melakukan penyunatan beasiswa sebesar Rp 50.000 per siswa,” timpalnya.

Yuni menegaskan, bahwa mekanisme bantuan itu langsung ke kepala sekolah, tidak melalui UPTD. Tahun ini, ada 398 siswa miskin di 42 SD di Wonosari yang mendapat beasiswa dari APBD Jateng. Besaran beasiswa Rp 360.000, bukan Rp 250.000. “Inspektorat sudah turun ke sini dan tak menemukan indikasi adanya pemotongan,” tegas Yuni.

Sementara itu, Kepala SDN Bentangan 1 Joko Slamet juga membantah adanya pemotongan. Ada 15 siswanya sudah mendapat beasiswa 360.000, tanpa potongan. “Biaya operasional sudah dianggarkan sehingga tak perlu memotong dana siswa,” imbuhnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan al-azhar

iklan mettafm