• Senin, 21 Mei 2012
Perjalanan Rorie Asya’ri di Usia Muda (1)

Pembaca Berita Yang Dulunya Medhok

Fausta Christy Advent - Timlo.net
Rabu, 31 Maret 2010 | 09:39 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Advent.
Rorie Asya'ri saat ditemui Timlo.net, Senin (29/03).

Solo - Nama Rico Khrisna mungkin terdengar tidak asing di telinga Anda warga Solo. Walaupun saat ini sudah tidak muncul lagi, tetapi wajahnya sempat menghiasi layar kaca TV lokal selama hampir dua tahun. Tapi tahukah Anda bahwa pria yang pada bulan Mei ini akan menginjak usia 23 tahun ini sempat mencoba berbagai macam profesi seperti badut, sales promotion boy, penyiar radio dan pembaca berita.

 

Nama aslinya adalah Rorie Asya’ri, laki-laki yang masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UNS Solo ini sempat menyandang gelar sebagai Putra Solo di tahun 2006. Sebelum mengikuti kompetisi Putra Putri Solo (PPS), perjalanan laki-laki yang akrab dipanggil Rorie ini tidak mudah. Karena keadaan ekonomi keluarga yang kurang baik, sembari kuliah ia mulai putar otak untuk mencari penghasilan sendiri.

 

Saya sempat dibayar Rp 30.000,00 untuk menjadi badut salah satu produk vitamin anak-anak. Bergantian dengan partner saya, mencoba peruntungan membuat event organizer, saya masuk dari TK satu ke TK yang lain untuk menawarkan pengadaan even mewarnai.” tuturnya kepada Timlo.net, Senin (29/03). Selama kurang lebih 3 bulan, Rorie menjalani profesi tersebut.

 

Seperti anak muda kebanyakan, Rorie juga sempat mempunyai keinginan untuk tampil di layar kaca sebagai aktor. Tetapi keinginan tersebut tersendat, saat kata-kata yang ia ucapkan dinilai medok saat ikut casting di Jakarta. Atas alasan inilah lalu ia kembali ke kota bengawan dan membenahi aksen medok-nya.

 

Atas saran kakak saya, saya lalu menjadi penyiar untuk memperbaiki aksen medok saya di tahun 2008. Lalu karena memang ada televisi lokal yang butuh pembaca berita, saya coba masukkan lamaran, dan ternyata saya diterima.”, ujarnya.

 

Selama menjalani profesi sebagai penyiar radio dan pembaca berita, Juara Harapan I Duta Jawa Tengah tahun 2006 ini sadar akan ketertarikannya di dunia jurnalisme televisi. Sehingga ia dengan yakin membuang jauh niatnya untuk menjadi aktor.

 

Sembari menyelesaikan skripsinya, prestasi lain pun diraih laki-laki yang hobinya travelling ini. Di tahun 2009 ia meraih prestasi sebagai Cosmoman 2009, sebuah kompetisi yang diadakan oleh majalah terkemuka Cosmopolitan Indonesia.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm