0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Krakitan Tuntut Jatah Hasil Usaha Pariwisata

- Timlo.net

Klaten – Pemerintah Desa (Pemdes) Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten akan mengajukan proposal permintaan jatah pembagian hasil usaha daerah pariwisata dan pemancingan Rawa Jombor. Hal itu menyusul minimnya pendapatan jatah yang hanya diberikan dari jatah parkir dan sewa karamba.

Kepala Desa Krakitan Sunudi, Rabu (6/7), mengatakan, selama ini pendapatan dari sewa lahan Karamba Rawa Jombor hanya Rp 5 per meter per tahun . Dan setiap tahunnya total jatah sewa lahan ini hanya mencapai Rp 3 juta yang masuk ke kas desa. “Pemasukan sewa karamba ini sudah meliputi Rp 30 ke Pemkab Klaten serta Rp 5 untuk desa dan sisanya adalah jatah Pemerintah Provinsi Jateng,” paparnya.

Sunudi menerangkan, sewa lahan karamba Rawa Jombor sendiri berbeda beda sesuai lokasi strategisnya. Untuk daerah pinggiran rawa, lahan karamba per meternya mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per tahunnya. Sedangkan untuk lokasi di tengah rawa bisa mencapai Rp 1,2 juta per meter per tahunnya.

“Krakitan sebagai desa wisata seharusnya mendapat jatah penghasilan yang layak. Seharusnya ada jatah 25 persen pemasukan pasokan air dari Rawa Jombor ke puluhan hektar sawah di Cawas, Trucuk dan Bayat. Selain itu kami juga minta jatah 25 persen hasil karcis parkir dan sewa warung apung untuk kas desa,” pinta Sunudi.

Sunudi menjelaskan, jatah pasokan air untuk setiap panenan, Pemprov mampu meraup Rp 40 – 50 ribu per petak lahan yang dialirinya. Sedangkan karcis parkir sendiri pada umumnya dipatok Rp 2.500 per motor dan Rp 4.000 untuk mobil.

“Saat ini, setiap harinya Rawa Jombor mampu menampung 500 motor dan mobil. Pendapatan parkir diperkirakan mampu meningkat menjadi 2.000 kendaraan setelah masa pendangkalan air berakhir bulan November 2011 mendatang,” papar Sunudi.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS