Tarif Naik, Komunitas Pramekers Ancam Demo
Solo – Komunitas Pramekers mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jika PT Kereta Api (KA) tetap ngotot menaikkan tarif KA Prambanan Ekspress (Prameks), 1 Agustus mendatang. Sebelumnya, komunitas ini telah melakukan penolakan, namun aksi ini tak digubris manajemen PT KA Daops VI Yogyakarta.
Sebagaimana dikatakan Sekretaris Komunitas Pramekers Joglo, Hepi Indriyono, ketika dihubungi, Senin (4/7), pihaknya akan kembali mendesak manajemen PT KA untuk membatalkan rencana kenaikan tarif Prameks. Namun, jika hingga 1 Agustus tidak juga ada tanggapan, ia dan rekan-rekannya sesama Pramekers mengancam akan menggelar aksi demonstrasi. Ia menilai, penentuan tarif baru sebesar Rp 11 ribu yang bakal diberlakukan terkesan tidak rasional. Pasalnya, dengan kebijakan tarif Rp 10 ribu saja, menurutnya PT KA sudah cukup mendapat untung.
Sementara itu, salah seorang pengguna KA Prameks, Yohanes Tunjung, mengaku keberatan jika pelanggan kartu trayek bulanan (KTB) dikenai tarif baru Rp 388 ribu perbulan. Semenrtara saat ini, pelanggan masih menggunakan tarif Rp 317 ribu perbulan. Ia berharap, manajemen PT KA membatalkan rencana pemberlakuan tarif baru awal Agustus mendatang.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu