• Senin, 21 Mei 2012
Diresmikan Bu Menteri Linda Gumelar

Mampir Neteki di Pojok ASI Terminal Tirtonadi

Andi Penowo - Timlo.net
Kamis, 30 Juni 2011 | 23:00 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
PERESMIAN POJOK ASI-Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar meresmikan pojok ASI di terminal Tirtonadi, di sela-sela kegiatan 2nd International Conference on Child Friendly Asia Pasific atau Konferensi Internasional Kota Layak Anak se-Asia Pasifik ke-2, Kamis (30/6)

Solo – Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar, Kamis (30/6) sore, menyambangi Terminal Bus Tirtonadi, Solo. Kedatangan Bu Menteru ini dalam rangka meresmikan Pojok ASI (Air Susu Ibu) dan Area Bebas Rokok di terminal induk Kota Solo tersebut.

Dalam sambutannya, Linda menyampaikan, pihaknya memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang telah menyediakan ruang rokok dan pojok ASI bagi pengunjung terminal. Harapannya, apa yang telah dilakukan Pemkot Solo ini menjadi inspirasi bagi kota/kabupaten lain di Indonesia.untuk membangun fasilitas serupa.

“Sebagaimana Peraturan Bersama Menteri Kesehatan, Menneg PP&PA serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2008, harus disediakan ruang ASI atau pojok ASI di tempat umum,” ungkap Linda. Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau agar tenaga kesehatan, LSM maupun pimpinan perusahaan memfasilitasi ruang ASI bagi ibu menyusui.

Dengan diresmikannya Pojok ASI di Terminal Tirtonadi, maka bagi ibu-ibu yang masih menyusui bayinya, dan kebetulan sedang berada di terminal, bisa mampir untuk menyusui di tempat yang sangat nyaman. Di Pojok ASI, maka ibu-ibu akan aman sekaligus nyaman menyusui bayinya, tanpa harus malu dilihat orang banyak.

Di sela-sela kegiatannya menghadiri 2nd International Conference on Child Friendly Asia Pasific atau Konferensi Internasional Kota Layak Anak se-Asia Pasifik ke-2 itu, Linda juga menyoroti kurangnya kesadaran ibu untuk menyusui bayinya. Disebutkan, berdasarkan data statistik baru 15,3 persen saja ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif bagi bayinya hingga enam bulan.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak lepas dari faktor sosial budaya serta kurangnya dukungan masyarakat. Di sisi lain, Linda menengarai kurangnya pengetahuan ibu hamil akan pentingnya menyusui menjadi penyebab masih minimnya angka pemberian ASI eksklusif.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm