• Senin, 21 Mei 2012
Bawakan Lakon Jaran Sepasang

Ketoprak Ngampung Pentas di Gremet

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Jumat, 24 Juni 2011 | 04:14 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
Warga antusia berkumpul di jalanan menonton aksi Ketoprak Ngampung.

Solo – Sebelum menuntut haknya, setiap warga negara yang baik seharusnya terlebih dahulu memenuhi kewajibannya. Suka menuntut, penyakit inilah yang merebak di masyarakat secara turun temurun, ingin diangkat oleh Ketoprak Ngampung Balekambang dalam sebuah pementasan ketoprak dengan lakon Jaran Sepasang.

Sebelumnya, lakon ini juga pernah dipentaskan namun kali ini akan dititikberatkan pada hal yeng berbeda. “Jika pada pementasan terdahulu kami lebih menyoroti tentang lemahnya hukum di Indonesia. Kini kami lebih mengambil dari sisi warganya,” ujar Ketua Ketoprak Ngampung Balekambang, Tatak Supriyanto, di Solo, kemarin.

Ketoprak yang dipentaskan di Kampung Gremet, Manahan ini ingin memfokuskan tentang kesadaran bernegara seperti taat membayar pajak terutama bagi warga yang memiliki penghasilan. Pesan lain yang ingin disampaikan lewat lakon ini yakni tentang nasionalisme yang menghargai keberagaman dan kecintaan terhadap tanah air.

Dikisahkan, seorang yang paling kaya di sebuah kampung bernama Ndoro Besur. Ia terkenal sebagai seorang yang congkak. Meskipun memiliki harta berlimpah, ia tidak mau membantu tetangga kanan kirinya apabila membutuhkan pertolongannya. Membayar pajak baginya adalah suatu yang sangat memberatkan dirinya namun ia selalu menuntut segala sesuatunya sempurna.

Ndoro Besur yang memiliki banyak kuda itu, suatu saat kehilangan satu kudanya. Ia sangat marah dan meminta kepada Lurah untuk menghukum siapapun yang telah mencuri kudanya dengan hukuman yang seberat-beratnya. Setelah ditelusuri, ternyata yang mencuri kuda itu adalah anaknya sendiri.

Perdebatan kemudian terjadi antara Ndoro Besur dan Lurah. Namun Lurah tidak mau disetir, akhirnya Ndoro Besur harus ikhlas menerima kenyataan harus menerima imbas dari kecongkaannya selama ini. Mau tidak mau kini ia harus mengubah sikap dan taat membyar pajak. “Lewat tokoh si anak ini, Ndoro besur menemukan titik baliknya,” tutur Tatak.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125