0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nyari Pekerjaan, Justru Kehilangan Dompet dan HP

Belasan Calon Tenaga Kerja Klaten Tertipu

Klaten – Belasan calon tenaga kerja (canaker) sebuah biro pembinaan dan kredit perusahaan swasta di Klaten tertipu. Selain kehilangan barang berharga, janji pekerjaan yang diberikan perusahaan itupun tidak terwujud.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, Minggu (19/6), peristiwa itu berawal saat belasan warga Kecamatan Prambanan ingin bekerja di perusahaan swasta tersebut. Belasan calon pekerja datang ke lokasi tes yang ada di sebuah tempat di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan pada Sabtu (18/6) lalu. Mereka yakin akan segera mendapat pekerjaan yang dijanjikan perusahaan.

Dewi Yulianti (23) salah satu calon pekerja menuturkan, sebelum tes, ia dan belasan pekerja lainnya diminta untuk mengumpulkan barang berharga seperti dompet, handphone  ke salah satu kamar. Pihak perusahaan beralasan agar tes berjalan aman dan sportif. “Kami tidak curiga sebelumnya dan kami menuruti saja,” ujarnya.

Namun kecurigaan calon pekerja mulai muncul saat selesai mengerjakan soal tes yang diberikan perusahaan. Karena pimpinan perusahaan berinisial JF (26), warga asal Kabupaten Brebes tidak lagi ada di lokasi.

Ada yang melihat bahwa JF kabur menggunakan taksi saat belasan calon pekerja menjalani tes tertulis. Tentu saja kejadian ini membuat mereka merasa khawatir. Calon pekerja kemudian mengecek ke ruangan yang menjadi tempat pengumpulan barang mereka.

Alangkah terkejutnya saat mereka tidak lagi menemukan barang-barang yang semula dikumpulkan pada tempat semula. Dengan rasa jengkel merekapun mencari JF. Namun usaha mereka sia-sia setelah JF lenyap entah kemana. “Kami mendugaan waktu tes selama 2 jam digunakan JF untuk kabur,” imbuh Dewi.

Merasa tertipu, para calon pekerja ini kemudian sepakat untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kasus yang dialami belasan pekerja ini mengingatkan pada kasus yang menimpa puluhan pekerja beberapa waktu lalu. Mereka juga tidak jadi berangkat kerja ke luar Jawa lantaran ditipu oleh perusahaan pencari tenaga kerja.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge