0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Lugoet Bamboo Art

Kerajinan Diorama Bambu Ngarsopuro

- Timlo.net

Solo – Jika Anda penyinta seni kerajinan, tentunya tak akan asing dengan sentra-sentra kerajinan di Kota Solo. Salah satunya Night Market Ngarsapura.

Saat bermalam Minggu di sana, tentu Anda akan menjumpai beragam kerajinan khas Kota Bengawan. Sejumlah cindera mata unik yang ditawarkan sudah barang tentu akan menggoda hasrat untuk memilikinya.

Begitu pula dengan salah satu kerajinan artistik yang diberi label “Lugoet Bamboo Art”. Kerajinan yang satu ini memang cukup memiliki daya tarik lantaran keunikannya. Dibuat dari sampah lingkungan, kerajinan berupa diorama ini mampu menggambarkan secara detil suasana yang ingin ditampilkan perajinnya.

Berbahan dasar bambu, daun kering maupun barang-barang bekas yang tak terpakai, Lugoet Bamboo Art mampu memikat penyinta seni kerajinan bukan hanya dari Solo. Diakui pembuatnya, Gringsing Ibnu Handoko, peminat kerajinan diorama bambu selain dari Solo juga dari kota-kota lain, seperti Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Tema yang ditampilkanpun bermacam-macam, namun tak lepas dari suasana Kota Solo. Inung, sapaan akrab Handoko, mampu membangkitkan kembali suasana Solo tempo dulu yang kental dengan nuansa kesederhanaan. Justru tema-tema inilah yang menurutnya lebih banyak diminati konsumen.

Berbekal pengalamannya sebagai pedagang hik alias angkringan selama tiga tahun, rupanya memberi kesan kuat pada hasil karyanya. Diorama yang ia buat lebih banyak menonjolkan sisi-sisi kehidupan malam. Banyak karyanya yang mengangkat suasana pos ronda, suasana di tempat wedangan, warung malam dan kehidupan malam lainnya.

Guna memberi kesan lebih hidup, Lugoet Bamboo Art juga dilengkapi dengan lampu yang bisa dinyalakan dan dimatikan. Bahkan, agar pelanggan dapat terhanyut ke dalam suasana diorama, Inung pun menyelipkan irama musik pada hasil karyanya.

Lugoet Bamboo Art ditawarkan Inung mulai dari harga Rp 60 ribu hingga Rp 1,5 juta. Memang, jika di tangan orang berbakat sampahpun bisa diubah menjadi emas. “Impian saya, suatu saat punya karya bagus dan punya galeri,” kata Inung, kepada Timlo.net, di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS