Terapi Jiwa dengan Alunan Gamelan
Solo – Mendengarkan alunan gamelan terbukti mampu mengubah sifat-sifat buruk yang tertanam dalam diri manusia baik muda maupun tua. Bahkan tidak hanya masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya, beberapa negara asing pun mengakui kekuatan terapi jiwa yang dilakukan melalui media musik karawitan.
Demikian seperti diceritakan seorang pengamat karawitan yang merupakan pegajar jurusan karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan juga tutor terapi dengan musik karawitan, Danis Sugiyanto. “Instrumen yang dihasilkan oleh masing-masing alat musik gamelan kemudian terpadu menghasilkan bunyi yang indah dan memiliki getaran yang menimbulkan perasaan berbeda,” ungkapnya, Senin (6/6).
Bukan hanya musiknya saja yang bisa menjadi terapi, ketika melihat lebih dalam para pengrawit harus mampu mendengarkan permainan pengrawit yang lain untuk dapat memainkan alat musiknya dengan baik yang akhirnya bisa menjadi padu. Keharmonisan suara yang dihasilkan dari banyak alat musik juga tercipta dari rasa kerja sama. “Musik gamelan pernah dijadikan alat untuk melakukan terapi kepada anak nakal yang dilakukan oleh mahasiswa S2 psikologi dengan tes kepada anak sebelum dan sesudah menjalani terapi mendengarkan gamelan. Ternyata hasilnya signifikan. Terjadi perbaikan sifat padda si anak,” ujarnya.
Terapi yang sama juga pernah dilakukan untuk siswa-siswa di salah satu SD di Solo. Beberapa negara lain yang pernah memanfaatkan musik gamelan untuk terapi di antaranya Inggris dan Perancis. Bahkan seorang Israel pernah menuliskannya di sebuah situs jejaring sosial bahwa karawitan merupakan musik surga yang belum pernah didengarkannya. “Musik ini dipercaya dan terbukti bisa merangsang kecerdasan, meningkatkan rasa percaya diri, menyadarkan seseorang untuk bertoleransi dan mendengarkan orang lain,” katanya.
Namun dari hasil yang memuaskan tersebut, Danis mengaku, hal ini masih meruakan pekerjaan yang sulit. Pasalnya, belum ditemukan metode khusus yang pas untuk terus mengembangkan peran musik karawitan menjadi sebuah media terapi.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu