0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Harga Jual Sapi di Klaten Anjlok

- Timlo.net

Klaten - Harga jual sapi di Klaten terus megalami penurunan. Akibatnya sejumlah peternak sapi tradisional, dan juragan sapi merugi. Gagal panen padi pada musim tanam (MT) I dan II disinyalir menjadi pemicu pada menurunnya harga sapi tersebut.

Hal itu lantaran minimnya daya beli masyarakat terutama para petani untuk kebutuhan pemeliharaan ternak sapi. Akibat turunnya harga sapi banyak dimanfaatkan oleh sejumlah peternak sapi bermodal besar yang membeli sapi sebanyak-banyaknya dengan harga murah.

Di Pasar Hewan Prambanan, Klaten menurunnya harga sapi berpengaruh pada menurunnya jumlah sapi yang dibawa pedagang. Jika saat pasaran Pon (Jawa), jumlah sapi di Pasar Prambanan ada sebanyak 400 ekor. Sedangkan saat pasaran Legi ada sebanyak 300 ekor. Para pedagang sapi berasal dari berbagai daerah, seperti Klaten, Jogjakarta, Tasik, dan Jambi.

Medi (47) juragan sapi asal Manisrenggo, Klaten mengungkapkan, kerugian yang dialami akibat penurunan harga sapi itu berkisar dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekornya. “Yang masih bisa untung adalah peternak sapi bermodal besar,” katanya ketika ditemui di Pasar Hewan Prambanan, Klaten, Kamis (2/6). Menurutnya, harga jual sapi yang sebelumnya berkisar Rp 20 juta sekarang beli hanya Rp 18 juta, bahkan bisa kurang. Sementara itu untuk sapi yang semula harga Rp 10 juta sekarang hanya Rp 5 juta–hingga Rp 7 juta.

Tak sedikit, juragan sapi bermodal kecil terpaksa harus merugi. Dari pada setiap pasaran dijual tidak laku-laku, para juragan sapi terpaksa menjual dengan harga murah. “Menurunnya harga sapi ini sejak tiga bulan lalu,” kata Medi.

Hal senada juga diungkapkan Minto (37), pedagang sapi di Pasar Hewan Jatinom, Klaten. Gagal panen saat ini berdampak pada menurunnya daya beli konsumen. Diakuinya, kebanyakan para konsumennya merupakan para petani yang berkebutuhan ingin memelihara ternak sapi sebagai
tabungan.

“Biasanya konsumen saya mereka para petani yang ingin memelihara sapi untuk tabungan hasil panen. Namun kondisi gagal panen saat ini membuat konsumen saya berkurang. Hal ini memicu pada menurunnya harga sapi,” imbuhnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS