Kantor Pos Pamerkan Perangko Kuno
Solo – Kantor Pos Solo turut memeriahkan Pekan Informasi Nasional (PIN) dengan memamerkan sejumlah koleksi perangko kuno. Berbagai tema perangko di pajang bersama koleksi kartu telepon di kompleks Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kentingan, Jebres, Solo, Jumat (20/5) hingga Selasa (24/5).
Staf Bagian Filateli Kantor Pos Solo, Fathan Choiriyah menuturkan, koleksi perangko yang dipamerkan merupakan perangko dalam negeri. Selain koleksi perangko kuno juga disajikan perangko masa kini.
“Kami tampilkan perangko mulai tahun 1923. Ada juga perangko cerita Supersemar,” ujarnya, ketika ditemui Timlo.net, di sela-sela acara, Selasa (24/5). Ia pun mengungkapkan perangko-perangko tersebut sudah tidak dicetak lagi. Kalaupun dicetak predikatnya menjadi perangko versi repro.
Dijelaskan, Kantor Pos menetapkan masa jual perangko selama tiga tahun dengan masa laku lima tahun. Setelah masa tersebut berlalu perangko lantas dimusnahkan. Jika ingin mendapatkan perangko pada masa tersebut, menurut Fathan, harus melalui kolektor.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Kantor Pos Solo memamerkan beragam perangko dengan berbagai tema. Mulai dari tema Wayang sampai tema-tema Presiden RI. Nilai perangko juga cukup variatif. Dalam rupiah terdapat banderol harga mulai Rp 1, yakni edisi tahun 1961 hingga Rp 1.500 yang merupakan edisi terbaru.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu