Kisah Cinta Jenaka Putra Putri Solo 2010
Solo – Selama kurang lebih dua jam, keduabelas Putra Putri Solo 2010 telah berhasil menyuguhkan kepada penonton sebuah pementasan ketoprak dengan lakon Dalang Soponyono. Ketoprak bergaya jenaka ini digelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Minggu (22/5) malam.
Sebuah kisah percintaan yang dikemas secara jenaka dan komunikatif membuktikan bahwa para pemuda ini mampu menampilkan sebuah kesenian Jawa. Dikisahkan, seorang adipati bernama Joyosari bermimpi ingin meminang seorang putri bernama Rayung Wulan. Didukung oleh rasa cinta, Joyosari akhirnya memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya kepada ayahnya yang bernama Surodibyo untuk melamar Rayung Wulan.
Ayahnya pun setuju kemudian segera mengutus Yuyu Rumpung untuk proses pelamaran tersebut. Rayung Wulan mau menerima pinangan Joyosari asalkan ia dapat menyelenggarakan sebuah acara yang belum pernah ada di kadipaten tersebut. Muncullah ide dari Yuyu Rumpung untuk memanggil Dalang Soponyono untuk menggelar sebuah acara hiburan di sana. Setelah nadanya pentas hiburan itu, kesedihan pun malah menimpa Joyosari. Rayung Wulan bukannya menerima lamarannya tetapi malah tertarik dengan Dalang Soponyono. Akhirnya Dalang Soponyono membawa Rayung Wulan kabur.
Pementasan ini ditutup dengan koreografi oleh kedua belas Putra Putri Solo 2010. Sutradara pementasan, Dewoso mengatakan, waktu yang singkat untuk berlatih karena banyaknya kesibukan masing-masing membuat bahasa yang digunakan bukan Bahasa Jawa untuk ketoprak. “Untuk mensiasati sedikitnya latihan dan kenyamanan tampil, maka dipilih untuk menggunakan bahasa Jawa sehari-hari yang lebih akrab mereka gunakan. Tujuan menghibur pun lebih sampai kepada penonton,” ujar Dewoso yang juga menjadi salah satu penampil sebagai abdi kadipaten pada ketoprak tersebut.
Juara favorit Putra Solo, Pramana Galih mengatakan, ini adalah kali pertamanya ia memainkan drama ketoprak. Ia mengaku, sebelumnya memang pernah terjun di dunia teater namun sangat jauh berbeda dengan menampilkan sebuah sajian ketoprak. “Kalau pentas teater, rasanya seperti sudah dituntun dengan naskah yang tertata. Dalam ketoprak pun ada naskahnya namun improvisasi juga sangat diperlukan untuk lebih membangun suasana,” tandasnya.
Menurutnya, ketoprak yang berkolaborasi dengan Solo Jazz Society ini juga merupakan salah satu cara untuk menarik minat anak muda atas kesenian Jawa. Selain itu, generasi muda merupakan salah satu alat regenerasi pemain ketoprak maupun kesenian-kesenian lain yang umumnya didominasi oleh kaum tua.
Sementara itu, bagian promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Budi Sartono mengatakan pementasan tersebut menarik. “Tidak ada penonton yang pulang sebelum pementasan usai,” katanya setelah menonton pertunjukkan ketoprak tersebut.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
Top Putra Putri Solo, majukan budaya daerah….mantaps