• Senin, 21 Mei 2012
Pementasan Ketoprak dengan Lakon “Dalang Soponyono”

Kisah Cinta Jenaka Putra Putri Solo 2010

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Senin, 23 Mei 2011 | 04:35 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
Pertunjukkan ketoprak dengan lakon Dalang Soponyono oleh Putra Putri Solo 2010.

Solo – Selama kurang lebih dua jam, keduabelas Putra Putri Solo 2010 telah berhasil menyuguhkan kepada penonton sebuah pementasan ketoprak dengan lakon Dalang Soponyono. Ketoprak bergaya jenaka ini digelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Minggu (22/5) malam.

Sebuah kisah percintaan yang dikemas secara jenaka dan komunikatif membuktikan bahwa para pemuda ini mampu menampilkan sebuah kesenian Jawa. Dikisahkan, seorang adipati bernama Joyosari bermimpi ingin meminang seorang putri bernama Rayung Wulan. Didukung oleh rasa cinta, Joyosari akhirnya memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya kepada ayahnya yang bernama Surodibyo untuk melamar Rayung Wulan.

Ayahnya pun setuju kemudian segera mengutus Yuyu Rumpung untuk proses pelamaran tersebut. Rayung Wulan mau menerima pinangan Joyosari asalkan ia dapat menyelenggarakan sebuah acara yang belum pernah ada di kadipaten tersebut. Muncullah ide dari Yuyu Rumpung untuk memanggil Dalang Soponyono untuk menggelar sebuah acara hiburan di sana. Setelah nadanya pentas hiburan itu, kesedihan pun malah menimpa Joyosari. Rayung Wulan bukannya menerima lamarannya tetapi malah tertarik dengan Dalang Soponyono. Akhirnya Dalang Soponyono membawa Rayung Wulan kabur.

Pementasan ini ditutup dengan koreografi oleh kedua belas Putra Putri Solo 2010. Sutradara pementasan, Dewoso mengatakan, waktu yang singkat untuk berlatih karena banyaknya kesibukan masing-masing membuat bahasa yang digunakan bukan Bahasa Jawa untuk ketoprak. “Untuk mensiasati sedikitnya latihan dan kenyamanan tampil, maka dipilih untuk menggunakan bahasa Jawa sehari-hari yang lebih akrab mereka gunakan. Tujuan menghibur pun lebih sampai kepada penonton,” ujar Dewoso yang juga menjadi salah satu penampil sebagai abdi kadipaten pada ketoprak tersebut.

Juara favorit Putra Solo, Pramana Galih mengatakan, ini adalah kali pertamanya ia memainkan drama ketoprak. Ia mengaku, sebelumnya memang pernah terjun di dunia teater namun sangat jauh berbeda dengan menampilkan sebuah sajian ketoprak. “Kalau pentas teater, rasanya seperti sudah dituntun dengan naskah yang tertata. Dalam ketoprak pun ada naskahnya namun improvisasi juga sangat diperlukan untuk lebih membangun suasana,” tandasnya.

Menurutnya, ketoprak yang berkolaborasi dengan Solo Jazz Society ini juga merupakan salah satu cara untuk menarik minat anak muda atas kesenian Jawa. Selain itu, generasi muda merupakan salah satu alat regenerasi pemain ketoprak maupun kesenian-kesenian lain yang umumnya didominasi oleh kaum tua.

Sementara itu, bagian promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Budi Sartono mengatakan pementasan tersebut menarik. “Tidak ada penonton yang pulang sebelum pementasan usai,” katanya setelah menonton pertunjukkan ketoprak tersebut.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Dewi

    Top Putra Putri Solo, majukan budaya daerah….mantaps

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125