Puluhan Hektare Tanaman Padi Dibakar
Klaten – Sejumlah petani di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Rabu (18/5), membakar puluhan hektare tanaman padi mereka. Petani mengaku kecewa dengan pemerintah lantaran merasa tidak diperhatikan.
Pembakaran secara massal dilakukan lantaran dalam sepekan terakhir tanaman mereka yang siap panen diserang hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang mengakibatkan gagal panen.
“Tanaman terpaksa kami bakar untuk memutus hama. Kami bingung karena segala macam pencegahan baik menggunakan pupuk organik maupun kimia juga sudah diberikan, tapi tetap tidak ada perubahan. Bahkan serangan juga semakin meluas,” ujar Painem (50) petani setempat.
Gagal panen ini membuat petani harus menelan kerugian rata-rata Rp 1-2 juta per orang. Selain itu, tanaman yang diserang juga siap panen dan baru muncul dalam sepekan terakhir. Sedangkan serangan hebatnya terjadi dalam tiga hari belakangan.
Barto Wiyono (80), petani lainnya, mengaku tanaman padi seluas 3.600 m2 miliknya habis tak tersisa akibat diserang wereng. Parahnya lagi gagal panen yang dialaminya ini sudah berlangsung dua tahun terakhir. Akibatnya dia harus menelan kerugian besar. “Padi milik saya dan petani lainnya langsung rusak dan tidak dapat dipanen,” katanya.
Data yang dihimpun, di Kecamatan Trucuk terdapat 83 hektare tanaman padi yang diserang hama wereng. Serangan terluas terjadi di Desa Bero (20 hektare), Mandong (15 hektare), Mireng (10 hektare) dan Karangpakel (5 hektare).
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Trucuk Daryanto mengatakan, serangan itu terjadi pada tanaman yang masih usia muda, namun ada juga yang siap panen. Sehingga tidak semua petani mengalami gagal panen.
”Beberapa hari terakhir ini serangan wereng mulai meluas. Dari 18 desa yang ada di Kecamatan Trucuk, 10 desanya sudah diserang. Kami langsung melakukan langkah antisipasi dengan cara gerakan masal yang dilakukan masing-masing desa,” paparnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu