• Senin, 21 Mei 2012
Petani Kecewa dengan Pemerintah

Puluhan Hektare Tanaman Padi Dibakar

Indratno Eprilianto - Timlo.net
Rabu, 18 Mei 2011 | 19:54 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Indratno Eprilianto
Sejumlah petani tengah membakar tanaman padi mereka

Klaten – Sejumlah petani di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Rabu (18/5), membakar puluhan hektare tanaman padi mereka. Petani mengaku kecewa dengan pemerintah lantaran merasa tidak diperhatikan.

Pembakaran secara massal dilakukan lantaran dalam sepekan terakhir tanaman mereka yang siap panen diserang hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang mengakibatkan gagal panen.

“Tanaman terpaksa kami bakar untuk memutus hama. Kami bingung karena segala macam pencegahan baik menggunakan pupuk organik maupun kimia juga sudah diberikan, tapi tetap tidak ada perubahan. Bahkan serangan juga semakin meluas,” ujar Painem (50) petani setempat.

Gagal panen ini membuat petani harus menelan kerugian rata-rata Rp 1-2 juta per orang. Selain itu, tanaman yang diserang juga siap panen dan baru muncul dalam sepekan terakhir. Sedangkan serangan hebatnya terjadi dalam tiga hari belakangan.

Barto Wiyono (80), petani lainnya, mengaku tanaman padi seluas 3.600 m2 miliknya habis tak tersisa akibat diserang wereng. Parahnya lagi gagal panen yang dialaminya ini sudah berlangsung dua tahun terakhir. Akibatnya dia harus menelan kerugian besar. “Padi milik saya dan petani lainnya langsung rusak dan tidak dapat dipanen,” katanya.

Data yang dihimpun, di Kecamatan Trucuk terdapat 83 hektare tanaman padi yang diserang hama wereng. Serangan terluas terjadi di Desa Bero (20 hektare), Mandong (15 hektare), Mireng (10 hektare) dan Karangpakel (5 hektare).

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Trucuk Daryanto mengatakan, serangan itu terjadi pada tanaman yang masih usia muda, namun ada juga yang siap panen. Sehingga tidak semua petani mengalami gagal panen.

”Beberapa hari terakhir ini serangan wereng mulai meluas. Dari 18 desa yang ada di Kecamatan Trucuk, 10 desanya sudah diserang. Kami langsung melakukan langkah antisipasi dengan cara gerakan masal yang dilakukan masing-masing desa,” paparnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm